Beranda Daerah Bolmong DBD Serang Warga Dumoga

DBD Serang Warga Dumoga

Dinkes Temukan 3 Kasus

0
SEBARKAN
DBD Serang Warga Dumoga
RB, LOLAK — Serangan virus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Dumoga Raya, awal tahun ini sudah menyerang tiga warga dinyatakan positif penyakit mematikan itu. Menurut, Kepala Seksi (Kasi) Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) , Penyakit Tidak Menular (PTM), dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong, Wiyono, ada 3 penderita DBD itu tersebar di Desa Kosio, Kecamatan Dumoga Barat, dan Desa Werdhy Agung, Kecamatan Dumoga Tengah.
“Penderitanya masuk kategori dewasa. Karena satu penderitanya mahasiswa dan duanya pelajar tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas,” ujarnya.
Menurutnya, meningkatnya jumlah kasus DBD itu, salah satunya diakibatkan kurangnya perhatian warga terhadap kondisi lingkungan sekitar. “Kalau lingkungan kotor otomatis menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti pembawa virus dengue,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pola fogging atau pengasapan saja tidak serta merta memusnahkan perindukan nyamuk tersebut. “Jangan beranggapan bahwa jika sudah dilakukan fogging bisa menyelesaikan masalah DBD. Padahal yang harus diketahui warga bahwa memperhatikan kondisi lingkungan sekitar agar tetap bersih itu adalah yang paling utama,” katanya.
Selain itu, ada juga penduduk dari luar daerah yang sudah terkena penyakit DBD berobat di Puskesmas wilayah Bolmong. “Kebanyakan mahasiswa yang terkena penyakit DBD dari daerah lain kemudian datang berobat di Bolmong. Itu juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus penyakit itu. Makanya, ketika ada pasien yang datang berobat, biasanya petugas Puskesmas menanyakan kronologinya kenapa sampai terkena penyakit DBD,” ujarnya.
Plt Kepala Dinkes Bolmong, Julin Papuling, meminta warga untuk waspada. Terus menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan. Guna menghindari menghindari serangan DBD, warga wajib menjaga kebersihan lingkungan, memberantas sarang nyamuk, dan menggalakkan 4M plus (Menguras, menutup, mengubur dan memantau).
Ia menjelaskan, setelah musim penghujan banyak jentik nyamuk termasuk aedes aegypti pembawa virus dengue penyebab penyakit DBD berkembang biak di selokan maupun dalam barang bekas. Begitu juga di tempat khusus seperti kamar mandi dan bak penampungan air. Ia mengimbau warga agar mewaspadai penyakit DBD. Penyakit ini sangat berbahaya dan bisa menimbulkan korban jiwa jika salah penanganan. Ia meminta warga mengantisipasi tempat yang menjadi pusat perkembangbiakan jentik nyamuk DBD. “Penyakit ini harus diantisipasi sejak dini. Petugas kami akan proaktif untuk menelusuri lokasi-lokasi penyebaran penyakit ini,” ujarnya. (*)
Editor: Budyanto Hamjah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here