SEBARKAN
RB, KOTAMOBAGU – Ratusan karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bolaang Mongondow, Senin (9/1) kemarin menggelar aksi mogok kerja, menuntut pembayaran gaji yang sudah tiga bulan ini belum mereka terima.
Aksi yang berlangsung di halaman kantor PDAM sejak pukul 8 pagi hingga siang kemarin itu, membuat sejumlah warga yang ingin melakukan transaksi pembayaran rekening airnya sebagian harus urung. Pintu gerbang kantor pelayanan PDAM yang ada di Jl Arif Rahman Hakim, Kelurahan Biga Kotamobagu ini, ditutup oleh para pengunjuk rasa hingga jelang siang.
Koordinator aksi lapangan, Marham S Makalunsenge mengatakan, aksi ini sebagai protes terhadap belum adanya itikat baik perusahaan dalam memperhatikan kesejahteraan karyawannya. “Kami meminta agar gaji yang tertunda ini segera dibayarkan, serta minta kejelasan dari pemerintah daerah, terkait uang pensiun yang sudah setahun ini ditangguhkan,” ujarnya.
Jika tuntutan ini tidak diindahkan oleh perusahaan, para karyawan mengancam akan melakukan aksi serupa dengan jumlah peserta yang lebih besar lagi. “Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, dan berdampak pada kepentingan masyarakat. Mogok kerja ini akan terus berlangsung sampai tuntutan ini terpenuhi,” ancamnya.
Kepala Seksi Personalia PDAM Bolmong, Hengky Maengkong, membenarkan adanya persoalan ini. “Mudah-mudahan tidak sampai mengganggu pelayanan PDAM ke masyarakat,” harapnya.
Terpisah, Direktur Teknik PDAM Bolmong, Samsul Tungkage yang saat aksi demo ini juga berada di kantornya mengaku, belum berani bicara banyak soal aksi ini. “Pokoknya semua sudah taulah apa yang menjadi tuntutan aksi ini oleh teman-teman, tapi jika ada yang ingin ditanyakan, silakan bisa langsung kepada ibu direktur saja,” pintanya.
Sementara itu, baik Direktur Umum Hj Alfrida Poloan, maupun Direktur Utamanya, Hasni Wantasen, siang kemarin masih belum berada ditempat. Nomor telepon keduanya pun tidak aktif, saat harian ini berkali-kali mencoba menghubungi handphonenya untuk meminta konfirmasi.
Dari pihak Pemerintah Bolmong, Sekda Bolmong, Drs Ashari Sugeha menungkapkan, pihaknya akan menindaklanjuti tuntutann dari pendemo tersebut. “Nanti akan kami panggil pimpinan PDAM untuk meminta klarifikasi dan penjelasan terhadap persoalan itu,” singkatnya. (*)
Editor: Harry Tri Atmojo
Peliput: Jainudin

Tuntutan Prinsip Karyawan PDAM Bolmong

  1. Meminta gaji yang tertunda hingga tiga bulan segera dibayarkan.
  2. Meminta Bupati memberikan kejelasan terkait uang pensiun yang ditangguhkan oleh DAPIMAPAMSI atas tunggakan yang terjadi.
  3. Meminta seluruh pihak terkait mengaudit secara keseluruhan keuangan PDAM, dan apa saja yang telah terjadi selama ini, serta mengharap ketegasan Bupati Bolmong dalam menyeriusi permasalahan ini, agar tidak sampai menggangu pelayanan publik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here