Beranda Etalase Warga Kuatir “LPG Oplosan” Beredar

Warga Kuatir “LPG Oplosan” Beredar

Pertamina: Itu Pemberat Besi Dipasar Resmi

0
SEBARKAN
Warga Kuatir “LPG Oplosan” Beredar
RB, KOTAMOBAGU – Kabar munculnya liquified petroleum gas (LPG) oplosan  di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) langsung memantik kekuatiran warga. Bahkan Pemkab Bolmong akan memperketat penyaluran tabung LPG semua jenis ukuran.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bolmong,  George Tanor. “Kalau sudah didapati di daerah tetangga, (LPG oplosan) pasti kami akan perketat pengawasannya,” katanya.
Ia menambahkan, jika ada kedapatan terkait LPG 2 Kg oplosan pihaknya akan memberi sanksi tegas. “Pasti akan kami cabut izinnya dan bakal diprses secara hukum,” katanya.
Ia menjelaskan, agen yang melakukan oplosan LPG 2 Kg terkenan pelanggaran Undang-Undang (UU)  nomor 8 tentang perlindungan konsumen. “Karena menggunakan takaran tidak benar. Dan sudah ada petugas yang mengikuti Diklat (Pendidikan Pelatihan) tersebut,” katanya.
Sementara pihak Stasiun Pengisian dan Penyaluran Bulk Elpiji (SPPBE) Pertamina Kotamobagu yang melayani wilayah BMR akhirnya memberikan klarifikasi.
Kepala SPPBE Pertamina Cabang Kotamobagu, Andi Rizal mengungkapkan, adanya besi tambahan yang dianggap warga sebagai bagian dari upaya oknum tertentu untuk menambah berat tabung tersebut merupakan hasil penambahan resmi yang dilakukan pihak Pertamina.
“Itu memang betul, ada bagian repair yang khusus melakukan penimbangan dan pengecekan berat tabung di Pertamina, dan pusatnya ada di Jalan Bay Pass Manado-Bitung, Kabupaten Minahasa Utara. Setiap tabung lama yang bobotnya berkurang karena karatan, dll, akan ditambah dengan pemberat besi oleh bagian repair, agar bobor tabungnya mencapai lima Kilogram, sesuai dengan standart perusahaan, Jadi itu resmi dari Pertamina,” terang Andi.
Kepada RADAR BOLMONG Senin (9/1) kemarin Andi menjelaskan, adanya besi tambahan yang ditempel pada bagian gagang tabung tersebut tidak bermaksud mengurangi isi atau volume gas yang terisi. “Untuk isi tetap tiga kilogram,” tambahnya.
Andi juga menegaskan, pengawasan terhadap peredaran gas elpiji selama ini masih turut diawasi langsung oleh Pertamina. “Namun khusus wilayah masing-masing menjadi kewajiban para agen untuk mengawasinya ditiap wilayah kerjanya,” tegas Andi.
Namun demikian, sejumlah warga masih meragukan keterangan ini. Sebagian warga bahkan mengaku kerap mendapati elpiji 3 kg yang dijual akhir-akhir ini, isinya tidak sebanyak yang diharapkan.
“Saya punya angka meter gas biasanya sampai warna biru, tapi sekarang baru beli cuma setengahnya, baru pasang, jarumnya sudah dekat warna merah. Dipakai nda riki dua hari sudah langusng habis,” ujar Papa Tiara, warga Matali.
Untuk itu Pertamina diharapkan dapat melakukan pengawasan menyeluruh atas produk gas dan tabungnya yang beredar dimasyarakat.
Terpisah, Kepala Disperindag Kotamobagu, Herman Arai mengharap, agar warga lebih berhati-hati dan jeli dalam membeli gas elpiji dipasarn, utamanya elpiji 3 kg. Menurut rencana, Disperindag Kotamobagu juga akan melakukan pemantauan ke lapangan pada Selasa (10/1) hari ini, terkait peredaran tabung gas elpiji yang dikeluhkan warga tersebut. (*)
Editor: Guesman Laeta
Peliput: Jainudin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here