Banjir di Mataindo, Babinsa dan Kapolsek Bantu Warga

0
15

RB, BOLSEL – Puluhan rumah di desa Mataindo, kecamatan Pinolosian Tengah, kabupaten Bolaang Mongodow Selatan (Bolsel) pada Jumat (01/09) terendam oleh banjir susulan.

Banjir yang di akibatkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi selama beberapa hari kemarin yang disertai dengan luapan air sungai Mataindo dan menyebabkan air meluap sehingga menggenangi 184 pemukiman warga di desa tersebut.

Meski tidak ada korban jiwa, banjir yang terjadi tersebut, mengakibatkan sebagian besar rumah warga terendam oleh air kurang lebih setinggi 50 centimeter sampai dengan 1 meter. Dan juga menyebabkan jalan trans penghubung tidak dapat dilalui oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Serda Haryono selaku Babinsa yang mengetahui peristiwa tersebut langsung melaporkan ke Danramil 1303-06/Pinolosian Lettu Inf Muyassir dan berkoordinasi dengan pihak Polsek Pinolosian guna mengevakuasi serta mengamankan lokasi yang terkena banjir agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan khususnya di desa binaannya.

Babinsa Mataindo mengatakan, hingga saat ini warga harus terus waspada sambil mengamankan barang berharganya.“Sampai saat ini warga diminta agar siaga serta mengamankan benda benda berharga termasuk perabotan rumah tangga agar tidak terendam banjir,”ungkap Serda Haryono.

“Adapun langkah yang diambil oleh Danramil 1303-06/Pinolosian agar Babinsa terus berkoordinasi dengan pemerintahan setempat dan membantu evakuasi dan mengantisipasi apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan serta selalu berkoordinasi dengan BPBD Kecamatan dan Kabupaten dengan pengawasan dan pemantuan penuh tanggung jawab,”kata Haryono

Sementara itu Kapolsek Pinolosian Iptu Herdi Manampiring mengatakan, akibat banjir tersebut menyebabkan kerugian material yang sangat besar, selain itu ia juga mengerahkan beberapa anggotanya guna membantu Babinsa melakukan patroli bersama pada titik-titik banjir.“Semoga cuaca cepat kembali normal. Sebab curah hujan yang berintensitas tinggi ini bisa menambah ketinggian air. Angin yang bertiup kencang juga menakutkan karena bisa menimpa rumah warga, sampai hari ini kita masih siaga,”pungkasnya.(Mg37/gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here