Bolsel ‘Koleksi’ Ratusan Anak Putus Sekolah

0
6
ilustrasi

RB, BOLAANG UKI – Angka anak putus sekolah di Kabupaten Bolsel, cukup fantastik. Pasalnya, anak putus sekolah di daerah religius tersebut mencapai 866 jiwa. Hal ini menjadi perhatian serius Pemkab Bolsel melalui instansi terkait, bahkan mereka akan mendapatkan bantuan. Terbukti, para anak yang putus sekolah ini akan menerima uang tunai lewat Program Indonesia Pintar (PIP).

Hal itu seperti diakui Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Bolsel, Sakina Hasan. Menurut dia, para anak yang putus sekolah ini harus mengikuti program kesetaraan dan keterampilan dipendidikan non formal. Itu sesuai dengan kriteria penerima PIP kepada anak putus sekolah yang berusia mulai 6 sampai 21 tahun.

“Ini untuk pengembangan potensi anak didik sesuai jenjang dan jenis pendidikan. Apalagi banyak lulusan SMA yang tidak lanjut ke perguruan tinggi,” terang Sakina.

Diakuinya, masing-masing penerima akan mendapat bantuan berbeda-beda, sesuai jenjang pendidikan. Untuk paket C lanjutnya, mereka akan menerima sebesar Rp1 juta, Paket B Rp750 ribu dan Paket A Rp450 ribu.

“Pertahun dibayarkan dan masuk ke lembaga non formal sebagai BOP (Bantuan Operasional Pendidikan,red) Diknas dan dibayarkan langsung ke rekening setiap penerima,” jelasnya.

Dia mengakui, jika awalnya Bolsel hanya mendapat kuota 400 orang. Namun, yang terdata dalam Dapodik sebanyak 866 orang. “Alhamdulillah, semua terkafer,” ujarnya.

Bantuan ini katanya sudah pasti tersalur, karena telah tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara Dikpora dan Diknas Sulut. “Ini berlaku tahun depan, tetapi MoU harus dibuat sekarang,” tandasnya. (*)

 

Editor: Hendra Damopolii

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here