Menu

Dana PKH Warga Bolmong Diduga Dipotong Pendamping

  Dibaca : 2 kali
Dana PKH Warga Bolmong Diduga Dipotong Pendamping
Kabag Humas Pemkab Bolmut Kristanto Nani saat menjadi komandan upacara di HUT ke 53 Provinsi Sulut. Foto: Istimewa

RB, LOLAK- Meski bantuan Program Keluarga Harapan (PKH)  dari Pusat sudah melalui rekening masing-masing penerima, namun diduga terjadi pemotongan bantuan kepada penerima PKH. Hal ini dikeluhkan oleh penerima PKH desa Langagon, Kecamatan Bolaang Adnan Damopolii. Menurut Adnan,  pendamping PKH melakukan  pemotongan bantuan ini tanpa ada musyawarah dengan kelompok.

“Saya tak terima  hak kami dipotong secara sepihak oleh pendamping PKH,” kata Adnan, Sabtu (2/9).

Ia menjelaskan, ketua kelompok meminta ATM BRI anggota untuk dikumpul karena sudah masuk di  rekening masing – masing penerima.

“Istri saya terima bantuan PKH ini dari Ketua Kelompok tinggal Rp 460 ribu, yang seharusnya kami terima Rp 500 ribu. Berati dipotong Rp 40 ribu, pemotongan ini  tanpa musyawarah dengan anggota penerima,” keluh Adnan dengan nada yang keras.

Adnan meminta penjelasan dari pendamping PKH Kecamatan Bolaang soal pemotongan tersebut. “ Terus terang semua anggota penerima PKH di desa Langagon tak terima pemotongan secara sepihak oleh pendamping PKH. Saya juga belum gunakan sebelum ada penjelasan dari pendamping PKH kecamatan Bolaang, “ungkap Adnan.

Sementara itu, salah satu personil Pendamping PKH kecamatan Bolaang Hamdi Hamin membantah,  adanya tuduhan pemotongan hak penerima PKH tersebut.

“ Tidak ada pemotongan sebab semua sudah melalui rekening masing – masing anggota penerima PKH. Mereka gunakan ATM BRI dan saat ini pencairan sudah bisa ditarik lalui ATM,” kata Hamdi.

Memang diakuinya,  ada perintah darinya untuk mengumpul ATM anggota penerima. Hal ini dilakukan untuk memudahkan merekap bagi anggota yang sudah menerima PKH. “ Demi Allah saya selama ini  tidak perintahkan ketua Kelompok untuk potong hak penerima PKH. Memang untuk menarik uang di ATM harus ada saldo direkening, tidak semua uang ditarik, ‘ pungkas Hamdi.

Meski demikian, pihaknya berterima kasih karena ada laporan dari penerima PKH. “ Saya akan koordinasi dulu dengan ketua kelompok di desa Langagon soal pemotongan itu. Tapi setau saya tidak ada pemotongan satu rupiah pun sebab ini bantuan pemerintah,” ungkapnya.

Ia menambahkan,  untuk penerima PKH di desa Langagon bersatu sebanyak 130 orang dan ada delapan kelompok penerima PKH di desa Langagon. “ Proses pencairan di lakukan pertriwulan.  empat kali di cairkan,  memang untuk pencairan PKH lalu agak terlambat.  Sebab terlambat pemindahan kantor Pos ke Bank melalui rekening penerima,” ucapnya.

Terkait persolaan keluhaan warga tersebut sampai ditelingga Bupati Bolmong Yasti Soeprejo Mokoagow. Orang nomor satu di Bolmong ini mengatakan,  jika benar ada laporan pemotongan dari Pendamping PKH. Maka tentu ada sangsi berat yang akan diberikan. “ Saya akan pecat jika benar ada pemotongan,  karena ini bantuan pemerintah pusat untuk warga yang berhak menerima, apalagi pendamping PKH ada honornya,” tegas Yasti.

Yasti pun berjanji,  akan memanggil Kepala Dinas Sosial Lutfi Limbanadi, untuk dimintai keterangan soal dugaan laporan warga pemotongan hak penerima oleh pendamping PKH. “ Jika tidak ada halangan hari ini (Senin) saya akan panggil Kadis,” tuturnya.

 

Editor: Guesman Laeta

Peliput: Cipta Molanu

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional