Harga Bapok di Manado Naik Tipis

0
29
Gubernur Olly Dondodambey saat menggelar sidak harga dan stok bahan pokok di Pasar Bersehati Manado.

RB,MANADO – Harga bahan pokok jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, di Kota Manado masih terpantau stabil. Hal ini terungkap saat rombongan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey turun mengecek stok dan harga di Pasar Bersehati Manado, Sabtu (10/12).

Menurut Olly, Pasar Bersehati merupakan salah satu pasar terbesar dan mencerminkan inflasi di Sulut sehungga perlu dilakukan pengecekan stok maupun harga bahan pokok.

“Jadi, saya kira ini yang perlu kita lihat ternyata harganya bagus, stabil. Di situ juga ada kios bulog untuk operasi pasar, termasuk beras, minyak, gula, telur serta bahan pokok lainnya. Karena bahan pokok ini sangat berpengaruh bagi orang Sulawesi Utara,” kata Gubernur Olly.

Olly juga mengaku harga masih stabil meskipun beberapa harga bahan pokok terpantau naik tipis.

“Ada kenaikan seribu rupiah untuk benerapa jenis bahan pokok dan kalaupun harganya naik kembali harganya tidak akan meningkat drastis,” ujar Olly.

Di sisi laon, Olly mengimbau kepada para pedagan Pasar Bersehati untuk selalau menjaga keamanan, ketertiban dan keberaihan di pasar.

“Karena, khususnya di Kota Manado, banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke pasar tapi mereka terlebih dahulu mencari toilet, sebelum mengunjungi tempat lain yang ada di sekitar pasar. Oleh sebab itu kita harus lebih menjaga ketertiban, keamanan dan lebih khususnya lagi terkait dengan kebersihan lingkungan pasar,” ungkap Olly.

Usai sidak di Pasar Bersehati, rombongan Gubernur Sulut kemudian mengunjungi pangkalan gas elpiji di Mahakeret. Olly pun disambut oleh perwakilan Pertamina Sulutenggo, Gunawan Wibisono.

Dalam percakapannya, Pertamina Suluttenggo menjamin ketersediaan stock elpiji 3 kilogram sepanjang Desember 2017 untuk masyarakat yang berhak menerimanya.

Untuk mengamankan stock dan ketersediaan LPG 3 KG, beberapa langkah telah ditempuh oleh Pertamina di antaranya menambah pasokan di sejumlah titik, melakukan pengecekan langsung ke lapangan serta menggelar operasi pasar murah di beberapa daerah.

Hasilnya, harga eceran tertinggi (HET) masih terkendali dengan rata-rata HET di pangkalan sebesar Rp. 18.000,-

“Kerjasama bersama pihak-pihak seperti pemda setempat, hiswana migas serta elemen masyarakat senantiasa kami optimalkan, tentunya hal ini akan membantu menjaga ketersediaan elpiji 3 kilogra. sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi elpiji dengan perasaan tenang,” kata Wibisono.(mly)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here