Keindahan Natal Antarumat Beragama di Minahasa

0
31
Puluhan pemuda dan remaja Masjid Nurut Taqwa Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Minahasa saat terjun mengamankan ibadah Natal, Senin (25/12). Foto: Mulyadi/Radar Bolmong

 

RB, MANADO – Ikatan persaudaraan antara umat beragama di tanah Minahasa, Sulawesi Utara sungguh terasa. Ikatan ini makin hangat terasa kala perayaan-perayaan besar hari keagamaan, seperti perayaan Natal.

Senin 25 Desember 2017 pagi, puluhan kelompok pemuda dan remaja Masjid Nurut Taqwa di Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Minahasa mulai berkumpul di depan masjid. Agendanya akan mengamankan jalannya peribadatan umat Kristiani dalam melaksanakan ibadah Natal.

Rutinitas ini memang menjadi kebiasaan di saat ada acara-acara keagamaan. Di kala Idulfitri lalu, puluhan pemuda dan remaja  umat Kristiani juga melakukan hal yang sama.

Dua gereja terbesar di desa itu, Gereja GMIM Getsemani dan Katolik Santa Aquino menjadi pusat pengamanan para pemuda dan remaja muslim ini.

Ardika Lontoh, selaku Ketua Remaja dan Pemuda Masjid Desa Sea mengaku tujuan pengamanan ini bukan sekadar memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah. Namun, ada nilai-nilai persaudaraan yang mereka bawa di setiap kegiatan sederhana itu. Menurutnya, nilai persaudaraan itu tak hanya muncul seketika di kala perayaan hari besar.

“Namun juga mengalir di kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat ditemui Medcom.id di sela-sela pengamanan di gereja Katolik Santa Aquino.

Dia mencontohkan, salah satu nilai persaudaraan yang kerap dibawa di ke hidupan sehari-hari yakni soal hobi. Di mana mayoritas pemuda dan remaja di desa sea menggilai dunia sepak bola.

“Itu sudah turun-temurun. Sepak bola bisa dikatakan menjadi salah satu pemicu mempererat tali silaturahmi,” terangnya.

Selain sepak bola, lanjut Ardika, para pemuda Islam dan Kristen juga melakukan sejumlah kegiatan positif lainnya. Seperti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), kewirausahaan, bahkan mengenai Informasi dan Teknologi, di wadah Karang Taruna desa setempat.

Sementara itu, Rama Lihawa selaku Ketua Bidang Olah Raga, menjelaskan tingkat sportifitas dalam sepak bola menjadi salah satu cara untuk mengikis sentimen dalam perbedaan.

“Lapangan sepak bola di desa kami sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Dan lapangan itu menjadi salah satu bagian inti dari silaturahmi,” kata Rama.

Para pemuda ini pun berharap jalinan ikatan persaudaraan antarumat beragama di Desa Sea yang terjalin turun-temurun tak pernah pudar dan makin erat.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here