Sepuluh Pembangunan Diprioritaskan Tahun Depan

0
15
Wagub Sulut Steven Kandouw saat menyampaikan materi ada pertemuan tahunan Bank Indonesia 2017 bertema "Memperkuat Momentum" yang dilaksanakan di Manado, Kamis 14 Desember 2017. (Foto: Istimewa)

RB, MANADO – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw mengatakan mengatakan untuk mempercepat pembangunan, Pemprov Sulut akan mengoptimalkan realisasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2018 yang memuat rancangan kerangka ekonomi dan prioritas pembangunan Sulut, rencana kerja serta pendanaannya.

“Sehingga sasaran dan prioritas pembangunan daerah di tahun 2018 dapat kita selesaikan bersama secara baik dan tuntas, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” katanya dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia 2017 bertema “Memperkuat Momentum” yang dilaksanakan di Manado, Kamis (14/12).

Kandouw menjelaskan, RKPD 2018 yang bertajuk “Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia yang Berkepribadian melalui Percepatan Pembangunan Ekonomi dan Infrastruktur Berwawasan Lingkungan Menuju
Sulawesi Utara yang Berdaya Saing”, ini memprioritaskan 10 prioritas pembangunan.

Adapun kesepuluh pembangunan tersebut masing-masing penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran, pembangunan pendidikan, pembangunan kesehatan, revolusi mental dan reformasi birokrasi, infrastruktur, pengembangan wilayah,  kedaulatan pangan di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan,” ungkapnya.

“Ketentraman dan ketertiban masyarakat, peningkatan daya saing investasi; pembangunan dan pengelolaan bencana dan mitigasi iklim,” jelasnya.

Selain itu, Kandouw juga menyampaikan perkembangan terkait aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan Bitung yang dulunya hanya terbatas pada tiga produk saja, seperti pakaian, barang elektronik dan hasil pertanian terbatas.

Saat ini, katanya, setelah dilakukan lobi ke pemerintah pusat, Pelabuhan Bitung kini sudah terbuka untuk aktivitas ekspor-impor barang lainnya, seperti produk alas kaki, mainan anak-anak, kosmetik, obat tradisional dan keperluan lainnya.

“Kebijakan ini akan meningkatkan perekonomian di daerah,” kata Kandouw.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Soekowardojo menerangkan, saat ini kondisi perekonomian Sulut cukup bagus. Indikatornya dilihat dari inflasi tahun sebesar 0,38 persen. Jauh dari perkiraan sebelumnya.

Selain itu, lanjutnha Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1,4 triliun.

“Dengan demikian pertumbuhan ekonomi Sulut akan terus berkembang,” tandasnya.(mly)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here