Di Mana Ada Gas 3 Kg?

0
61
Tabung gas elpiji
Ilustrasi

RADARBOLMONGONLINE.COM – Seperti sudah menjadi tradisi, kelangkaan elpiji (LPG) 3 kg kembali terjadi di Kotamobagu jelang ramadan. Sejumlah ibu rumah tangga (IRT) mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon tersebut. Apalagi, jelang ramadan ini, kebutuhan gas begitu besar.

Irawati Mokodongan misalnya. Ia mengaku beberapa hari terakhir ini terpaksa mencari gas 3 kg hingga ke Kabupaten Boltim. “Saya bersama suami sudah keliling Kotamobagu, bahkan sampai di daerah tetangga yakni Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tepatnya di wilayah Modayag, untuk mencari LPG 3 kilogram, tapi tidak mendapatkannya. Sebenarnya dimana ada gas 3 kg?,” tanya Irawati Mokodongan, salah satu warga Kelurahan Biga, Kecamatan Kotamobagu Utara, kemarin dengan kesal.

Hal serupa dikeluhkan Ibu Sulaeda yang merupakan warga Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat. “Di pangkalan semuanya habis, terpaksa saya membeli LPG yang dijual di warung dengan harga 28.000 per tabung,” ungkapnya.

Komisi II Buka Posko Pengaduan

Kelangkaan LPG 3Kg ini ternyata mendapatkan sorotan dari DPRD KK. Menurut salah satu Anggota Komisi II DPRD Kotamobagu Ishak Sugeha, beberapa waktu lalu ketersediaan LPG sangat banyak. Namun ketika memasuki bulan ramadan secara tiba-tiba terjadi kelangkaan.
“Kalau tidak salah, ketika melakukan Laporan LKPJ dari pihak SKPD, dikatakan ketersediaan gas 3 kg untuk wilayah Kota Kotamobagu sebanyak 6.000 tabung. Itu data yang dilaporkan oleh para distributor resmi yang ada di Kotamobagu kepada kami, ketika kami turun mengkroscek ketersedian gas tersebut,” ungkap Ishak.

Menurutnya, bila saat ini ada kelangkaan salah satu kebutuhan masyarakat Kotamobagu, itu sangat dimungkinkan ada oknum-oknum yang segaja melakukan hal yang merugikan masyarakat. “Hari ini bila ada informasi kelangkaan gas 3 kg, itu menjadi kontradiktif. Sehingganya bila ada hal yang seperti itu, perlu untuk kita pertanyakan laporan yang mereka sampaikan kepada kami beberapa waktu lalu,” ungkapnya,

“Pastinya ada yang tidak beres disitu. Bisa saja ada kelompok ataupun oknum yang melakukan penimbunan itu atau pembelian secara besar-besaran untuk mempermainkan harga gas,”sambungnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kiranya pemerintah Kota Kotamobagu bisa berperan aktif mengevaluasi kondisi yang ada saat ini. “Kami minta agar pihak Pemkot, dalam hal ini bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) turun secepatnya besok (hari ini,red). Mereka harus mengkroscek kembali hal tersebut, apakah benar ada kelangkaan gas di wilayah Kota Kotamobagu,” jelasnya.

lebih lanjut Anggota Dekot dua periode itu menekankan, bila masih tetap terjadi kelangkaan gas, Komisi II siap menerima laporan dari masyarakat. “Bisa saja kita akan panggil semua pihak yang berkaitan dengan penyedia gas (distributor) dan akan kami pertanyakan kepada mereka mengapa sampai terjadi kelangkaan Gas di Kotamobagu menjelang bulan suci ramadan,” pungkasnya.

Sanksi Jadi Penyebab Kelangkaan

Dihubungi koran ini, Kepala Operasional Pertamina Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Andy Rizal mengakui, saat ini pengiriman elpiji ke pertamina masih lancar dan belum menemui kendala. Namun katanya, yang menjadi kendala di lapangan, ketika pangkalan penjual elpiji mendapat sanksi maka, tidak akan diberikan jatah pengiriman selama mereka belum memperbaiki. “Nah disaat mereka mendapat sanksi, itulah yang menyebabkan terjadi kelangkaan,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau agar seluruh pangkalan dapat mengikuti aturan yang diberikan oleh agen, agar penyalur elpiji tetap berjalan lancar. “Untuk jatah penambahan stok elpiji di Kotamobagu, biasanya setiap memasuki lebaran, ada penambahan jatah dari Pertamina namun belum diketahui jumlah yang akan ditambah,” ujarnya sambil menerangkan untuk tahun lalu pertamina memberikan jatah ke Kotamobagu sebanyak 3000 tabung setiap hari.
Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perekonomian dan sumber daya alam Novalia S Djaman mengatakan, penambahan jatah elpiji untuk Kotamobagu, sudah diusulkan ke Pertamina Manado. “Kami sudah mengirimkan surat permintaan jatah penambahan elpiji,” kata Novalia.

Dia pula mengatakan, usulan penambahan kuota sesuai yang disampaikan Wali Kota Muhamad Rudy Mokoginta sebanyak 20 persen. “Saat ini kami masih menunggu jawaban dari Pertamina. Mudah-mudahan secepatnya sudah ada” terangnya.(mg36/40/har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here