Kedelai Hilang Dari Pasaran Kotamobagu, Pengusaha Tahu dan Tempe Menjerit

0
43
TERANCAM: Salah satu pengusaha tahu tempe di Motoboi Kecil saat memproses tahu yang akan dijual. Mereka masih bertahan hingga kini meski sulit mendapatkan kedelai. (FOTO: ALAN PONTOH/RADAR BOLMONG)

RADARBOLMONGONLINE.COM – Pengusaha tahu dan tempe di wilayah Bolmong Raya (BMR) khususnya di Kotamobagu dirundung masalah. Bahan dasar tahu dan tempe hilang dari pasaran. Kalaupun mereka dapat harganya selangit. Kini mereka tinggal menunggu gulung tikar.

Seperti yang diungkapkan pembuat tahu tempe di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Sudarmono Passi misalnya, pria yang sejak tahun 2004 menjalani usaha ini, mengaku kalau selama menjalani usaha baru kali ini sulit mendapatkan kedelai.
Padahal di bulan yang lalu stok cukup banyak di pasaran. Biasanya harga pembelian sebelum mengalami kenaikan Rp 365ribu per satu karung atau 50 kg, kemudian naik menjadi 425 ribu.

“Sayapun hanya dapat dari teman. Saya membelinya Rp 440ribu per satu karung. terpaksa membeli dari pada tidak produksi sama sekali,” keluhnya ditemui Radar Bolmong, kemarin.
Kelangkaan kedelai, memaksanya menaikan harga harga penjualan per satu plastik , sebelumnya dijual Rp 4ribu, kini dijual Rp5ribu. “Kalau seandainya mahal, kami maklumi, tapi sudah mahal terus bahannya tidak ada, kami terancam gulung tikar,” kata Sudarmono.
Ia mengakui keluhan ini bukan dirinya saja melainkan, hampir semua pembuat tahu tempe mengeluhkan hal ini. Untuk itu, Ia berharap adanya perhatian pemerintah mengenai kelangkaan bahan kedelai. “Saya berharap pemerintah dapat mencarikan solusi agar kami bisa melanjutkan produksi,” harapnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdakop dan UKM) Herman Aray, langsung merespon adanya keluhan masyarakat. Menurutnya, mereka akan melakukan pemantauan kepada toko yang menjual bahan kedelai. “Kami akan kunjungi untuk melihat langsung apakah stok penjualan sudah habis atau ada faktor lain,” katanya.
Lanjut Aray, mereka juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk memantau ketersediaan kedelai, jika ada maka akan ada suplai ke kotamobagu untuk dilakukan pengadaan. “Kami berharap ketersediaan bahan di provinsi cukup banyak agar, bisa disuplay ke kotamobagu dan produksi tahu tempe bisa lancar,” tutupnya.(mg36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here