Proses Hukum Dugaan Penyalahgunaan Dandes Inobonto II Dipertanyakan

0
145
DIPERTANYAKAN : Febby Janis salah satu perwakilan warga Inobonto II, yang menunjukkan bukti laporan kasus ke Polres Bolmong.

RADARBOLMONGONLINE.COM — Tindaklanjut laporan dugaan kasus penyalahgunaan Dana Desa (Dandes) Desa Inobonto II, Kecamatan Bolaang, Bolmong, oleh Polres Bolmong menuai tanda tanya.

Pasalnya, penanganan laporan terhadap lelaki berinisial AO yang tak lain Sangadi desa setempat, pada 24 Februari lalu hingga kini belum ada kejelasan dari pihak berwajib.
Seperti dikemukakan, salah satu perwakilan warga Desa Inobonto II, Febby M D Janis mengatakan, dugaan kasus penyalahgunaan Dandes dilaporkan sejak 24 Februari, namun saat ini belum ada kejelasan dari pihak Kepolisian.

Menurutnya, laporan terhadap Sangadi Inobonto II ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bolmong, lantaran diduga telah menggelapkan Dandes tahu 2017, pada pelaksanaan pekerjaan fisik jalan dan jembatan. Dibeberkannya, material yang digunakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), harusnya mengunakan pasir sungai pada pasangan beton namun kenyataannya hanya menggunakan pasir pantai.
Ia mengaku, pekerjaan fisik yang tidak sesuai tersebut berlangsung sejak 2015 hingga 2017, dengan total anggaran pembelian pasir pasang Rp220.000 per kubik.

“Kami melaporkan hal itu, karena pasir yang diambil adalah pasir pantai dan itu secara gratis. Sementara untuk anggrannya jelas ada dan bukan untuk pasir pantai. Nah, yang menjadi pertanyaan anggarannya dikemanakan oleh Kepala Desa. Padahal dana untuk pembelian pasir tahun 2016 Rp 72.059.818,82 dan tahun 2017 tahap I Rp 33.322.079,79,” bebernya.
Lanjutnya, Januari lalu Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Inobonto II telah mengundang sangadi untuk, dimeminta pertanggungjawaban terkairt dana pembelian pasir dari tahun 2015, 2016, dan 2017. Namun, di hadapan masyarakat, sangadi tidak bisa mempertanggungjawabkan dana tersebut.

“Sesuai dengan himbauan dari pak Presiden Joko Widodo, bahwa seluruh masyarakat harus berperan aktif dalam melakukan pengawasan, terhadap penggunaan Dana Desa di masing-masing Desa. Oleh karena itu kami masyarakat Desa Inobonto II mengambil sikap dan melapor ke Polres Bolmong,” urainya.

Ia pun mempertanyakan, proses hukum atas laporan dugaan penyalahgunaan Dandes ke Polres Bolmong, beberapa waktu lalu. Sementara, sangadi yang dilaporkan masih aktif menjalankan tugas.

“Pada 28 Februari kami mendapat surat dimana laporan telah diterima dan ditanda tangani oleh Kasium Polred Bolmong, kemudian pada 1 Maret ada surat juga pemberitahuan bahwa sedang dilakukan penyelidikan. Nah, hingga saat ini tidak ada lagi kabar dan terkesan lamban. Kami hanya meminta agar ini diusut tuntas oleh Polisi, karena selain merugikan negara tindakan seperti ini adalah penyakit,” ungkapnya.
Ia menerangkan, sebelumnya salah satu penyidik telah membenarkan adanya pengakuan dari Sangadi, saat pemeriksaan jika telah melakukan kesalahan dalam penyalahgunaan Dandes tersebut.

“Rekamannya ada yang mana, oknum penyidik mengatakan ke kami jika Sangadi mengakui perbuatannya. Jika kasus ini memang tidak berproses, maka kami akan melapor ke Polda Sulut dan oknum penyidik juga akan kami laporkan atas keterangannya tersebut,” tandasnya.

Kapolres: Masih Dalam Proses

Menanggapi hal itu, Kapolres Bolmong AKBP Gani Fernando Siahaan mengatakan, kasus tersebut masih dalam proses. “Masih dalam proses, namun Dana desa kita dahulukan Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP), untuk melakukan penyelidikan apabila dana desa itu masih di tahun anggaran berjalan,” ujar Gani saat dikonfirmasi Radar Bolmong.
Gani menambahkan, dalam penanganan kasus korupsi dirinya tidak main-main untuk melakukan penindakan bagi para pelaku. “Semua pelaku korupsi kita tindak jika terbukti bersalah dan saya tidak main-main, namun semua harus sabar karena ada prosedurnya,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here