Topang Kesejahteraan Petani Kelapa, BMR Siap Ekspor Kopra Putih Ke India

0
47
SIAP PRODUKSI: PT Mongondow Prima Agro Industry yang berlokasi di Jalan Bubak Desa Bungko membeli kelapa biji langsung dari petani untuk diolah menjadi kopra putih. (f: Istimewa)

RADARBOLMONGONLINE.COM – PELAKU usaha dari Kotamobagu, Bolaang Mongondow Raya (BMR), Sulawesi Utara, mulai memproduksi dan mengekspor sendiri kopra putih ke Mumbay, India, bulan ini.

“Untuk tahap awal, kami akan memproduksi 60 ton per bulan, untuk diekspor ke Mumbay India,” kata Direktur Utama PT Mongondow Prima Agro Industry, Urif Hassan, di Manado, dikutip antara manado.

Dia mengatakan dengan produksi sebanyak 60 ton perbulan, nilainya diperkirakan sekitar Rp750 juta, dan akan nantinya akan diterus ditingkatkan menjadi lebih banyak. Menurut Urif, bahan baku kopra yakni kelapa dibeli langsung dari petani lokal Sulawesi Utara, sehingga berdampak positif bagi harga komoditas tersebut.

Dia mengatakan, 70% dari nilai penjualan tersebut, nantinya akan dikembalikan kepada petani kelapa, sehingga harga kelapa di tingkat petani bisa naik dan akan berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat. “Kalau harga kelapa naik, sudah tentu kesejahteraan petani kelapa juga akan meningkat, dan itu menjadi salah satu tujuan dari ekspor kopra putih ini,” katanya.

Mengenai produksi, dia mengatakan, akan terus ditingkatkan menjadi 130 ton setiap bulannya, sehingga pemasukan bisa naik, termasuk juga bagi petani kelapa serta mendatangkan devisa bagi daerah. “Dalam setahun capital infonya dapat mencapai Rp75 sampai Rp100 miliar buat petani kelapa di BMR,” ujar putra Desa Tabang ini.

Urif mengatakan, yang terpenting dari usaha produksi kopra putih ini, adalah bisa mengangkat harga kelapa di tingkat petani, yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat, kemudian mengangkat kelapa Sulawesi Utara juga.
Dia berharap nantinya, dengan perkembangan usaha produksi dan ekspor kopra putih, maka bisa menjadi solusi bagi keluhan masyarakat terhadap harga kopra yang sering naik turun, sehingga menyusahkan petani.

“Mohon support dari Pemerintah Kotamobagu,Pemkab Bolmong dan pemerintah di BMR agar memberi insentif bagi pentani daerah agar tingkat harga ke petani bisa meningkat,” harapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here