IBAS: Jokowi-Ma’ruf Amin Cermin Kekuatan Indonesia

0
18
Irvan Basri (berdiri-kiri) saat mendampingi KH Ma'ruf Amin ketika berkunjung ke Rumah Dinas Gubernur Sulut Olly Dondokambey belum lama ini. (foto: istimewa)

KOTAMOBAGU — Teka-teki siapa calon pendamping Ir Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 akhirnya berakhir. Jokowi memilih Prof Dr (HC) KH Ma’ruf Amin sebagai pasangannya.

Irvan Basri (Ibas), Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) mengatakan pilihan cawapres dari kelompok Islam merupakan perpaduan sangat ideal bagi konsep pembangunan Indonesia di masa mendatang.  Hal itu mengingat Indonesia memang terdiri dari dua kelompok besar, yakni kelompok nasionalis dan Islamis.  Keduanya, menurut Ibas, harus bersatu padu dalam membangun bangsa.

“Sejauh ini kombinasi kelompok nasionalis dan Islam dapat meredam potensi konflik sosial, karena keduanya merupakan kekuatan terbesar di republik ini. Sejarah juga mencatat Indonesia didirikan oleh para founding fathers yang terdiri dari kelompok nasionalis dan Islam,” kata pria yang tengah mengikuti tahapan bakal calon DPD RI Dapil Sulut ini, Kamis (9/8).

Ibas mengatakan, Ma’ruf Amin selain sebagai Ulama kharismatik dan pimpinan tertinggi Nahdatul Ulama serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia,  juga bisa menjadi titik temu semua pihak dalam berbagai hal.

“Beliau ini selain ulama, juga seorang teknokrat. Beliau ini ahli ekonomi Islam. Pandangan-pandangan beliau soal ekonomi kerakyatan sangat luar biasa. Kiai Ma’ruf menurut saya adalah ulama plus,” terang putra Bolaang Mongondow Raya (BMR) ini.

Kiai Ma’ruf telah mempromosikan pendekatan baru dalam bidang pembangunan ekonomi Indonesia, yaitu apa yang disebut sebagai “Arus Baru Ekonomi Indonesia”.

“Kiai Ma’ruf punya pendekatan baru dalam bidang ekonomi, yakni Arus Baru Ekonomi Indonesia. Pendekatan ini menyelamatkan Indonesia dari potensi konflik yang tidak perlu antara pengusaha, pemerintah dan rakyat. Ini adalah pendekatan yang sangat genuine,” tegas Ibas.

KH Ma’ruf Amin selain sebagai sosok yang dituakan dan mampu mengayomi semua kelompok, juga tidak punya ambisi untuk maju sebagai capres di 2024.

“Kiai Ma’ruf sebagai sosok yang dituakan akan mampu mengayomi segenap kelompok sosial, Agama, dan Kebudayaan. Terlebih lagi, beliau tidak memiliki ambisi untuk maju sebagai capres di Pilpres 2024.”

Ibas secara khusus mengapresiasi partai-partai pendukung Jokowi yang telah berhasil dengan tenang dan terukur memutuskan pasangan Cawapres yang sangat tepat.

“Tanpa mengurangi peran partai-partai lain, tentu kita semua perlu mengapresiasi secara khusus peran Ibu Megawati dan PDIP yang telah berhasil menjaga keseimbangan politik nasional Indonesia. Ini adalah pelajaran sangat penting bagi seluruh bangsa kita,” pungkasnya. (zip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here