Sidang Sengketa Tanah Gogagoman Hadirkan Tiga Saksi

0
16
DISUMPAH: Tiga orang saksi dari pihak tergugat, saat diambil sumpah sebelum dimintai keterangan saat pelaksanaan sidang di ruang Monompia PN Kotamobagu, Selasa (7/8).

RADARBOLMONGONLINE.COM – Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu, kembali menggelar sidang lanjutan sengketa tanah di Kelurahan Gogagoman RT 25/08 Lingkungan IV dengan nomor 70/Pdt.G/2017/PN ktg, antara Dr Sientje Mokoginta (Penggugat) dan Adri Lomban dkk (Tergugat), Selasa (7/8).

Dalam persidangan yang dipimpin oleh, ketua majelis hakim Nova L Sasube ini, dihadiri penasehat hukum (PH) dari penggugat yakni, Bobby Kaunang SH MH dan Steiven SH MH  dan PH dari tergugat yakni, Laura Lombogia SH serta Alfrits Mamahit dari kantor Badan Pertanahan Nasioanl (BPN) Kotamobagu.

Pihak tergugat dalam sidang itu, menghadirkan tiga orang saksi menguntungkan masing-masing, Abdul Kadir Paputungan mantan camat Kotamobagu Barat, Hi Nini Mokodompit SE merupakan mantan Lurah Gogagoman, Mahmud Soleman mantan Sekretaris Kelurahan dan Nus Takasihaeng saksi tergugat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Hi Nini Mokodompi dalam kesaksiannya mengatakan, jika Ia mengetahui adanya penerbitan sertifikat tanah milik (SHM) Nomor 2567 Tahun 2009, milik dari (Alm) Marthen Mokoginta. Tetapi ketika dihadapan persidangan Ia menjelaskan bahwa proses pengukuran tanah tersebut, tidak di publikasikan ke masyarakat.

Sementara itu saksi berikutnya yaitu Mahmud Soleman, yang juga mantan pegawai kelurahan mengatakan, bahwa berkas-berkas penerbitan SHM 2567 Tahun 2009 menurutnya masih tersimpan di kantor kelurahan.

Kemudian kesaksian dari mantan Camat Kotamobagu Barat, Abdul Kadir Paputungan mengatakan pada waktu itu, sebagai camat sekaligus PPAT ia hanya memproses berkas-berkas yang sudah melalui kantor kelurahan Gogagoman.

Menariknya, saksi yakni Nus Takasihaeng dari BPN pada persidangan sebelumnya di PTUN Manado tahun lalu, pernah menjadi saksi untuk pihak tergugat dan saat ini hadiri sebagai saksi untuk BPN Kotamobagu.

Terpisah, Kuasa Hukum dari penggugat yakni Bobby Kaunang SH MH setelah selesai sidang mengatakan, jika ketiga saksi yang dihadirkan pihak tergugat, tidak mengatakan atau memberikan keterangan yang sebenarnya.

“Apalagi terkait dengan saksi tergugat dari BPN yang sebelumnya pernah, menjadi saksi tergugat pada waktu di Ptun Manado yang sudah dimenangkan oleh penggugat, tiba-tiba hadir sebagai saksi untuk pertanahan. Hal ini patut untuk dipertanyakan,” kata Bobby kepada Radar Bolmong.

Lebih lanjut Bobby menjelaskan dalam persidangan, pihak dari pengugat terus bertanya sesuai dengan fakta persidangan. Apalagi pihak pengugat dibuat bertanya tentang, sertifikat atas nama (Alm) Linda Mokoginta yang pada waktu itu sebagai pejabat pendaftaran dan pengukuran.

“Pada intinya mereka seperti banyak berkata bohong dan tidak sesuai dengan fakta yang ada. Akan tetapi, hal itu kami serahkan semuanya langsung kepada majelis hakim, biar majelis hakim yang menilai semuanya,” pungkasnya. (mg39/Sav)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here