Korea Selatan Dimeriahkan Festival Seni: Dari Pameran Malam di Gangnam Hingga Tur Sejarah Budaya
3 min read
Korea Selatan kembali menjadi pusat perhatian dunia seni melalui serangkaian acara budaya yang semarak, menarik minat warga lokal maupun turis internasional. Dari festival seni modern di jantung kota Seoul hingga tur napak tilas warisan budaya di Daegu, berbagai inisiatif menunjukkan komitmen negara ini dalam mempromosikan kekayaan seni dan budayanya.
Gangnam Art Salon: Pesta Seni Spektakuler di Taman Dosan
Pemerintah Distrik Gangnam, Seoul, mengumumkan akan menggelar “Gangnam Art Salon” di Taman Dosan yang akan dibuka pada 3 September mendatang. Acara ini diselenggarakan bertepatan dengan hari pembukaan pameran seni rupa kelas dunia, “Kiaf & Frieze Seoul 2025”. Tujuan utama dari perhelatan ini adalah untuk memadukan infrastruktur seni Gangnam yang kaya dengan pameran berskala global, guna menyajikan pengalaman budaya yang beragam bagi masyarakat luas.
Mulai pukul 17:00 waktu setempat, Taman Dosan akan disulap menjadi ruang festival yang memukau. Para pengunjung akan disuguhi berbagai program menarik, termasuk pertunjukan musik, panggung DJ, dan area-area interaktif. Suasana akan semakin semarak dengan instalasi pencahayaan pada sekitar 40 pohon di sepanjang jalan masuk taman, menciptakan perpaduan harmonis antara cahaya dan seni. Puncak acara akan berlangsung mulai pukul 21:00, di mana Frieze, salah satu dari tiga pameran seni terbesar di dunia, akan mempersembahkan pertunjukan musik secara langsung.
Cheongdam Night dan Tur Galeri: Menjelajahi Seni Hingga Larut Malam
Secara bersamaan, kawasan Apgujeong, Cheongdam, dan Samseong akan menjadi tuan rumah acara “Cheongdam Night”. Sebanyak 22 galeri dan museum ternama, termasuk Gallery Now, Perrotin, Gladstone, dan Hansot Art Space, akan tetap membuka pintunya hingga tengah malam. Pengunjung dapat menikmati beragam kegiatan seperti sesi mencicipi anggur dan pertunjukan seni. Untuk mendukung kelancaran acara ini, Pemerintah Distrik Gangnam bekerja sama dengan Yayasan Pariwisata Seoul akan menyediakan bus antar-jemput gratis dari pukul 18:00 hingga 22:00, memudahkan para pecinta seni untuk berpindah dari satu galeri ke galeri lainnya.
Selain itu, sebuah program menarik bertajuk “Gallery Stamp Tour” juga akan diselenggarakan mulai hari ini hingga 3 September. Sebanyak 40 galeri di area Sinsa, Apgujeong, Cheongdam, dan Nonhyeon berpartisipasi dalam tur ini. Pengunjung yang berhasil mengumpulkan stiker dari galeri-galeri yang dikunjungi dapat menukarkannya di meja informasi dekat Pintu Timur COEX lantai 1 untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik, mulai dari tiket masuk Kiaf & Frieze Seoul, produk kosmetik seperti sabun Lush dan ampul d’Alba, hingga berbagai suvenir lainnya.
Inisiatif Lokal dalam Mengapresiasi Warisan Budaya
Tidak hanya di ibu kota, semangat untuk mengapresiasi seni dan budaya juga bergema di berbagai daerah. Pada tanggal 27 Agustus, Perpustakaan Gumi di Provinsi Gyeongsangbuk-do menyelenggarakan program “Humaniora di Atas Jalan” dengan mengajak sekitar 30 warga lokal untuk melakukan tur ke Museum Seni Daegu Kansong.
Dalam kegiatan ini, para peserta berkesempatan untuk melihat berbagai peninggalan budaya yang berhasil diselamatkan oleh Kansong Jeon Hyeong-pil, seorang pahlawan pelindung warisan budaya Korea pada masa penjajahan Jepang. Dipandu oleh sejarawan Kim Ok-kyung, para peserta mendengarkan kisah-kisah di balik setiap karya seni. Salah satu koleksi utama yang dipamerkan adalah “Botol Porselen Putih dengan Motif Serangga dan Anggrek”, yang dibeli oleh Jeon Hyeong-pil dengan harga rekor tertinggi dalam sebuah lelang untuk mencegahnya jatuh ke tangan kolektor Jepang. Momen ini menegaskan kembali makna Munhwa Boguk (melindungi bangsa melalui budaya).
Program “Humaniora di Atas Jalan” sendiri merupakan inisiatif Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata yang telah diselenggarakan oleh Perpustakaan Gumi selama 12 tahun berturut-turut sejak 2013 dan terus mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat.
Wali Kota Gangnam, Cho Seong-myeong, menyatakan, “Kami akan terus menemukan dan mendukung berbagai konten artistik untuk memantapkan posisi Gangnam sebagai pusat seni dan budaya.” Rangkaian acara ini, baik yang berskala internasional maupun lokal, menunjukkan komitmen Korea Selatan dalam memposisikan diri sebagai pusat seni dan budaya global, sambil terus merawat dan memperkenalkan warisan sejarahnya yang tak ternilai.