Gelombang Antusiasme Catur: Dari Kompetisi Pelajar di Nashville hingga Festival Akbar di Armenia
3 min read
Dunia catur kembali menunjukkan daya tariknya yang tak lekang oleh waktu, mulai dari kompetisi tingkat sekolah dasar di Amerika Serikat hingga persiapan festival internasional di Armenia. Olahraga asah otak ini terbukti mampu menyatukan berbagai kalangan, melintasi batas usia maupun geografis.
Turnamen Perdana yang Memikat di Nashville
Seruan “Skakmat!” menggema ratusan kali di Bishops Hall, Catholic Pastoral Center, Nashville, pada Sabtu, 8 November lalu. Momen tersebut menandai kesuksesan besar turnamen catur perdana Bishop’s Classic yang diselenggarakan oleh Kantor Sekolah Katolik (CSO). Nathaniel Iglesia, siswa kelas empat dari St. Bernard Academy, berhasil keluar sebagai juara umum setelah menyisihkan puluhan peserta lainnya.
Suasana kompetisi terasa begitu hidup dengan partisipasi sekitar 70 siswa yang mewakili 11 sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga kelas delapan. Selama dua setengah jam, para pelajar ini terlibat dalam pertarungan intelektual yang sengit, memainkan lebih dari 450 pertandingan yang menguji strategi dan ketahanan mental mereka.
Kemenangan Nathaniel disambut dengan rasa bangga, tidak hanya oleh dirinya sendiri tetapi juga keluarganya. “Rasanya sangat menyenangkan bisa menang. Saya suka berlatih dan menyusun strategi. Catur mengajarkan saya untuk tekun dan melewati segala rintangan, bahkan jika saya kalah di beberapa turnamen,” ujar Nathaniel usai kemenangannya. Sang ayah, Eddie Iglesia, menambahkan bahwa melihat putranya berhasil di puncak kompetisi adalah pengalaman yang luar biasa, mengingat Nashville memiliki komunitas catur yang cukup kompetitif.
Pendidikan Karakter Melalui Papan Catur
Dr. Shana DeSouza Druffner, selaku pengawas sekolah Katolik setempat, menegaskan bahwa turnamen ini merupakan upaya CSO untuk memperluas wadah kompetisi skolastik. Menurutnya, catur bukan sekadar permainan, melainkan sarana untuk mengejar kebenaran dan membangun karakter.
“Catur mengajarkan kita kebajikan akan kesabaran, ketabahan intelektual, kerendahan hati, dan integritas. Kompetisi semacam ini menarik minat siswa sehingga mereka dapat mengembangkan kecakapan intelektualnya,” jelas Dr. Druffner. Ia juga menyoroti rasa kebersamaan yang terjalin antar siswa dari berbagai sekolah serta peran guru yang mendampingi mereka sebagai sesuatu yang fantastis.
Selain Nathaniel, beberapa nama lain juga bersinar sebagai juara di tingkatan kelas masing-masing, seperti Joseph Neu dari Overbrook Catholic untuk tingkat TK, Porter Deaton dari St. Matthew untuk kelas satu, hingga Liam Anderson dari Overbrook Catholic yang menjuarai tingkat sekolah menengah. Liam, yang juga menempati posisi kedua secara keseluruhan, mengungkapkan bahwa hal terbaik dari catur baginya bukan hanya soal logika, tetapi kesempatan untuk mendapatkan teman baru selama prosesnya.
Menyongsong Panggung Dunia di Yerevan
Sementara bibit-bibit muda di Nashville baru saja menyelesaikan kompetisi mereka, kabar besar datang dari kancah internasional. Semangat yang sama akan dibawa ke level yang lebih megah di Yerevan, Armenia. Kota ini bersiap menjadi tuan rumah Chess Fest Armenia yang pertama pada Oktober 2026 mendatang.
Acara yang digadang-gadang sebagai tonggak baru dalam dunia catur dan budaya ini akan diselenggarakan di bawah naungan Grandmaster Levon Aronian, salah satu figur paling berpengaruh dalam catur internasional. Festival ini menjanjikan kehadiran tokoh-tokoh legendaris, termasuk Juara Dunia Catur lima kali Viswanathan Anand dan pecatur wanita terkuat sepanjang sejarah, Judit Polgar.
Lebih dari Sekadar Permainan
Diorganisir oleh MEDIACRAT Studio yang bermitra dengan MATENA Business School serta didukung oleh Pemerintah Kota Yerevan, festival ini dirancang sebagai perayaan dua hari yang menggabungkan strategi, kreativitas, dan komunitas. Taman-taman dan ruang publik di Yerevan akan disulap menjadi arena interaktif yang menampilkan pertandingan ekshibisi simultan, konser, sesi bercerita, hingga instalasi seni.
Levon Aronian menekankan makna mendalam catur bagi bangsanya. “Catur selalu lebih dari sekadar permainan bagi orang Armenia. Ini adalah cara kami mengekspresikan kreativitas, disiplin, dan kebersamaan. Chess Fest Armenia adalah perayaan semangat tersebut, mengundang semua orang untuk merasakan kegembiraan dan imajinasi yang diinspirasi oleh permainan ini,” ungkapnya.
Dengan adanya zona khusus “Catur untuk Anak-Anak” dalam festival di Yerevan nanti, terlihat jelas adanya benang merah yang kuat dengan turnamen di Nashville: upaya berkelanjutan untuk mewariskan nilai-nilai luhur catur kepada generasi mendatang, baik melalui kompetisi sekolah yang intim maupun festival global yang meriah.