10 April 2026

Dinamika Formula E: Penundaan Balapan Jakarta dan Spekulasi Bursa Transfer Gen4

3 min read

Ajang balap mobil listrik Formula E tengah diwarnai berbagai dinamika penting menjelang era Gen4. Di satu sisi, jadwal balapan di Asia sedang mengalami penyesuaian yang cukup signifikan. Sementara di sisi lain, bursa transfer pembalap mulai memanas dengan hadirnya tim-tim baru yang siap merekrut nama-nama besar.

Nasib Balapan di Jakarta

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) saat ini sedang bernegosiasi dengan Formula E Operation (FEO) untuk memundurkan jadwal balapan di Jakarta. Ini akan menjadi penundaan ketiga kalinya untuk ajang tersebut. Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, membenarkan bahwa opsi memundurkan jadwal ini sedang dikomunikasikan secara intensif dengan pihak penyelenggara global. Keputusan ini diusulkan setelah mempertimbangkan berbagai risiko dan kondisi di lapangan, meski Iwan tetap memastikan balapan ketiga ini akan terselenggara di Ibu Kota.

Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, memilih untuk tidak banyak campur tangan terkait isu ini. Mengingat jadwal balapan yang berdekatan dengan momen Pemilu 2024, Heru menyerahkan sepenuhnya urusan nasib Formula E kepada Jakpro. Dia menegaskan bahwa kesepakatan ini murni urusan bisnis ke bisnis (B2B). Heru membebaskan Jakpro untuk mengambil langkah terbaik, apakah balapan tahun ini perlu diundur untuk mencari tanggal yang lebih ideal atau mengambil opsi lain yang dinilai menguntungkan.

Opel Incar Mitch Evans

Kabar mengejutkan datang dari garasi tim dan bursa transfer pembalap. Pabrikan asal Jerman yang berada di bawah naungan Stellantis, Opel, bersiap meramaikan kejuaraan musim depan sebagai tim pabrikan penuh untuk menyambut era Gen4. Nama Mitch Evans kini santer disebut sebagai target utama mereka. Sebelumnya, Opel sempat mendekati Jake Dennis, namun sang pembalap rupanya lebih memilih untuk menandatangani perpanjangan kontrak dengan Andretti.

Selain Evans, juara Formula 2 tahun 2023, Théo Pourchaire, dikabarkan juga masuk dalam daftar incaran atas pabrikan tersebut. Langkah serius Opel dalam membangun tim ini semakin nyata setelah mereka resmi mengumumkan Sophia Flörsch sebagai pembalap tes dan pengembangan untuk musim depan, menjadikannya pembalap pertama yang diikat kontrak oleh tim tersebut.

Sinyal Kuat Perpisahan Jaguar

Potensi kepindahan Evans ke Opel seolah mempertegas rumor keretakannya dengan tim Jaguar. Tanda-tanda perpisahan ini sebenarnya sudah tercium sejak sesi tes pramusim di Valencia pada November lalu. Saat itu pembalap asal Selandia Baru ini mengungkapkan bahwa dirinya tidak dilibatkan sama sekali dalam program pengembangan mobil Gen4. Peran krusial tersebut justru diserahkan kepada rekan setimnya, Antonio Felix da Costa, dan pembalap cadangan Stoffel Vandoorne. Kehadiran Vandoorne memunculkan spekulasi kuat di kalangan paddock. Sangat jarang pembalap sekelas Vandoorne rela duduk di bangku cadangan jika bukan disiapkan untuk promosi mengisi kursi utama di awal era Gen4 nanti.

Jika kepindahan ini benar terjadi, kepergian Evans akan mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Jaguar sejak pabrikan Inggris itu pertama kali terjun ke Formula E pada Musim ke-3. Hubungan keduanya memang tidak selalu berjalan mulus. Ketegangan sempat memuncak pada balapan penutup Musim ke-10 lalu. Sebuah instruksi tim melalui radio yang melibatkan Evans dan Nick Cassidy berujung fatal, menyebabkan gelar juara dunia melayang ke tangan Pascal Wehrlein.

Meski pihak tim berusaha meredam situasi pasca kejadian tersebut, rentetan kekecewaan Evans kembali meluap lewat radio komunikasi saat balapan di Madrid. Ia merasa sangat dirugikan oleh strategi tim yang menghalanginya menyalip da Costa untuk merebut kemenangan. Saat ditanya apakah rentetan insiden ini memengaruhi keputusannya terkait masa depan kariernya, Evans menjawab dengan singkat dan tegas bahwa hal itu seratus persen berpengaruh.