27 Mei 2026

Kejutan Ganda Genre Horor: Dari Teror Polisi di Netflix hingga Fenomena Tak Masuk Akal di Box Office

3 min read

Kalau aksi kejar-kejaran dan dinamika di The Rookie terasa kurang memompa adrenalin, coba intip pergerakan chart Netflix belakangan ini. Ada satu thriller kepolisian yang pelan-pelan merangkak naik dan membawa hawa yang jauh lebih pekat. Bayangkan rutinitas polisi yang bikin keringat dingin, gesekan ego antara veteran dan anak baru, baku tembak dari sudut pandang bodycam, tapi disuntik elemen horor yang brutal. Bodycam saat ini nangkring di jajaran atas top 10 Netflix, bersanding dengan judul-judul kasual seperti G.O.A.T., Ladies First, hingga Magic Mike, dan sukses memberi penontonnya mimpi buruk dadakan.

Ceritanya lumayan sinting untuk ukuran film aparat standar. Plotnya berpusat pada Renee Lomito-Smith, yang secara mengejutkan diperankan oleh diva musik Mary J. Blige. Renee baru saja kembali bertugas setelah masa cutinya, namun langsung dihantam kasus yang jauh dari kata normal. Rekan juniornya tewas dibantai entitas misterius saat sedang melakukan pemeriksaan rutin. Bersama seorang polisi magang bernama Danny yang dimainkan oleh Nat Wolff, Renee harus memutar otak mencari benang merah dari rentetan kematian polisi yang makin hari makin tidak masuk akal. Misteri gelap di balik pembantaian inilah yang pelan-pelan mereka bongkar.

Ngomong-ngomong soal Netflix, rasanya agak ironis. Di satu sisi mereka menyajikan tontonan solid yang mendominasi tren, di sisi lain platform ini punya kebiasaan buruk membungkus serial bagus tanpa ampun. Penonton sering ditinggal gigit jari dengan ending yang menggantung dan rasa frustrasi. Fenomena tebang pilih ini sempat dibedah habis-habisan di sebuah episode podcast dari kru Moviepilot. Mereka menyoroti setidaknya 10 kasus pembatalan sepihak yang paling bikin emosi—mulai dari proyek fantasi yang dibiarkan mangkrak, serial yang ditarik padahal sudah dijanjikan musim lanjutannya, sampai runtuhnya sebuah universe serial yang diakhiri secara tidak terhormat.

Tapi ya sudahlah, kekecewaan di ranah streaming setidaknya bisa sedikit terobati kalau kita menggeser pandangan ke layar lebar. Di bioskop, gairah genre horor sedang benar-benar di atas angin lewat sebuah anomali gila di box office. Rumus baku pendapatan film biasanya selalu memuncak di akhir pekan perdana. Memasuki minggu kedua, sebesar apa pun sebuah blockbuster, angka penjualannya pasti akan anjlok. Film yang pendapatannya malah meroket di minggu kedua adalah fenomena langka yang biasanya cuma terjadi kalau ada dorongan ekstra, seperti libur panjang atau efek getok tular yang kelewat kencang.

Horor kejutan Obsession – Du sollst mich lieben garapan mantan YouTuber Curry Barker baru saja mematahkan tren pesimis tersebut. Membuka debut dengan angka 17,1 juta dolar AS di jaringan bioskop Amerika sebenarnya sudah impresif. Namun siapa sangka, masuk akhir pekan kedua pendapatannya malah bengkak menjadi 23,9 juta dolar AS. Lonjakan 39 persen ini nyaris tidak ada presedennya. Sempat ada yang mencoba membandingkannya dengan Sound Of Freedom yang rilis tahun 2023 karena sama-sama naik 39 persen. Cuma rasanya itu perbandingan yang tidak sepadan. Sound of Freedom sarat dengan manipulasi teknis lewat sistem tiket Pay It Forward—di mana orang bisa membelikan tiket untuk penonton tak dikenal—ditambah penambahan jumlah layar yang masif. Lonjakan Obsession jauh lebih organik.

Ledakan angka ini jelas terbantu oleh momentum liburan Memorial Day di sana. Tapi faktor penentu utamanya murni bertumpu pada kualitas. Mengantongi skor 96 persen di Rotten Tomatoes untuk sebuah film horor itu raihan yang absurd, didukung ulasan di media sosial yang isinya nyaris pujian semua. Kalau penasaran seberapa sakit jiwa film ini, tiketnya sudah bisa diburu saat Obsession tayang di bioskop lokal pada 25 Juni 2026 mendatang. Pemimpin Redaksi FILMSTARTS, Christoph Petersen, bahkan berani melempar rating 4,5 dari 5 bintang. Dia menyebut proyek ini sebagai salah satu horor paling cerdik, berlapis, dan paling buas yang pernah rilis baru-baru ini. Di luar tangan dingin Curry Barker, penampilan aktris utamanya, Inde Navarrette, digadang-gadang bakal jadi penemuan bakat terbesar tahun ini.